NEWS UPDATE :  

Berita

SMA Muhammadiyah 3 Surabaya Laksanakan ANBK 2021

Hari ini, Senin (27/09/21) SMA Muhammadiyah 3 Surabaya melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2021 di ruang Laboratorium Bahasa dan Laboratorium TIK, yang diikuti oleh 45 siswa Sampling dan 5 Siswa Cadangan dari Program Jurusan MIPA dan Ilmu Pengetahuan Sosial kelas XI.

ANBK merupakan program Pemerintah pengganti UNBK sebagai penilaian terhadap mutu sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. ANBK bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik esensial sebuah sekolah dan madrasah yang efektif dalam mengembangkan kompetensi dan karakter siswa. Mulai dari ciri pengajaran yang baik, sampai program dan kebijakan sekolah yang membentuk iklim akademik, sosial, dan keamanan yang kondusif.

“Asesmen Nasional ini salah satu tolak ukur penilaiannya ada pada hasil belajar siswa yang mendasar yakni literasi, numerasi, dan karakter,” ungkap Ibu Erlina selaku Kepala Sekolah.

Menurut Kepala Sekolah, ANBK memberikan kesempatan bagi siswa yang terpilih secara acak untuk berlatih dan memahami soal-soal berbasis literasi dan numerasi. ANBK sangat bermafaat  bagi mereka dalam mempersiapkan diri mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri, karena soal-soal dalam ANBK hampir sama dengan model soal di UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer).

“ANBK tidak ada kaitanya dengan nilai rapor, kenaikan kelas, dan kelulusan. Tapi ia bermanfaat untuk jangka panjang. Jadi, anak-anak tidak perlu takut,” tambahnya.


Ibu Nina selaku Waka Bidang Kurikulum menambahkan, Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tidak hanya diikuti oleh peserta didik, tetapi juga guru  dan kepala sekolah. Peserta didik akan mengerjakan soal literasi dan numerasi, serta survei karakter dan lingkungan belajar. Sedangkan guru dan kepala sekolah secara khusus mengerjakan survei lingkungan belajar.

"Dengan keterlibatan peserta didik, guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan ANBK diharapkan gambaran mutu dan kualitas pendidikan di SMAMGA dapat diketahui secara akurat." tutur Ibu Nina. (cl)