NEWS UPDATE :  

Berita

Dari Munggut hingga Makroinvertebrata: KIR SMAMGA Mengungkap Cerita di Balik Sungai Surabaya

Surabaya — Surabaya, 10 September 2026. Fenomena munggut di Sungai Surabaya membuat 27 siswa Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA Muhammadiyah 3 Surabaya (SMAMGA) penasaran. Namun, kali ini mereka tidak hanya melihat ikan-ikan yang muncul di permukaan. Para siswa justru mencoba mencari tahu kondisi sungai melalui makhluk-makhluk kecil yang hidup di dalamnya.

Makhluk tersebut adalah makroinvertebrata, yaitu hewan tidak bertulang belakang yang hidup di perairan. Keberadaan dan jenisnya dapat menjadi salah satu petunjuk untuk mengetahui kondisi kualitas air di suatu perairan.

Dalam kegiatan observasi ini, siswa KIR turun langsung ke beberapa titik di Sungai Surabaya. Dengan membawa berbagai peralatan lapangan dan lembar identifikasi, mereka mengamati serta mencatat berbagai temuan yang ada di lokasi.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya menggunakan satu bidang ilmu. Siswa memadukan beberapa ilmu sekaligus. Biologi digunakan untuk mengidentifikasi makroinvertebrata, Fisika untuk mengamati karakteristik perairan seperti arus dan suhu, sedangkan Kimia digunakan untuk mengukur pH dan kandungan logam.

Tidak berhenti pada pengamatan di sungai, para siswa juga berbincang langsung dengan masyarakat sekitar. Melalui wawancara tersebut, mereka menggali cerita tentang fenomena munggut, perubahan kondisi air, serta keberadaan dan kondisi ikan di Sungai Surabaya.

Menurut Titis Permatasari, M.Pd., Pembina KIR SMA Muhammadiyah 3 Surabaya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk merasakan secara langsung bagaimana proses ilmiah dilakukan.

“Siswa belajar mengamati, menggunakan alat, mengumpulkan data, dan berdiskusi berdasarkan temuan mereka. Kegiatan ini juga menjadi wujud tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi untuk mengenali, menjaga, dan merawat lingkungan,” ungkapnya.

Bagi Ananda Rahmah, siswa kelas XI, kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru yang tidak hanya menarik, tetapi juga menambah keterampilan.

“Kegiatan ini sangat menarik karena menambah pengalaman dan keahlian dalam observasi serta penggunaan alat saat praktikum lapangan,” ujar Ananda.

Setelah seluruh data terkumpul, hasil pengamatan makroinvertebrata akan dianalisis dan dibandingkan dengan data pengamatan sebelumnya di lokasi yang sama. Dari perbandingan tersebut, siswa diharapkan dapat melihat apakah terjadi perubahan pada kondisi ekosistem Sungai Surabaya dari waktu ke waktu.

Bagi siswa KIR SMAMGA, kegiatan ini bukan sekadar praktikum di luar kelas. Mereka diajak untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang lebih besar: Bagaimana kondisi Sungai Surabaya saat ini? Apa yang berubah? Mengapa perubahan itu terjadi? Dan apakah ekosistem sungai mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan?

Dari fenomena munggut hingga makroinvertebrata yang berukuran kecil, siswa KIR SMAMGA menemukan satu hal penting: untuk memahami sebuah ekosistem, kita tidak selalu harus melihat sesuatu yang besar. Terkadang, justru dari makhluk-makhluk kecil dan cerita masyarakat di sekitarnya, kita bisa menemukan gambaran besar tentang kondisi lingkungan. ~titis