Belajar dari SD Muhammadiyah Sapen, SMAMGA Perkuat Strategi Sekolah Unggul dan Berdaya Saing
Yogyakarta — Komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan membangun sistem sekolah yang unggul mendorong SMA Muhammadiyah 3 Surabaya (SMAMGA) melakukan langkah strategis melalui program pembelajaran dan observasi langsung ke SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, salah satu sekolah Muhammadiyah yang dikenal luas karena prestasi, inovasi, budaya kerja, serta keberhasilannya membangun kepercayaan masyarakat. Bahkan, tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut tercermin dari kuota SPMB yang telah terpenuhi hingga tahun 2032.
Dalam rangkaian program tersebut, SMAMGA menugaskan dua guru, yaitu Ibu Titis Permatasari, M.Pd. dan Ibu Ihda Shoumi Nurdini, M.Pd., untuk mengikuti proses belajar dan observasi selama satu pekan di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta.
Program ini menjadi bagian dari ikhtiar SMAMGA untuk menggali praktik-praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan Sapen, khususnya dalam membangun budaya sekolah, pengembangan peserta didik, digitalisasi, layanan pendidikan, penguatan prestasi, hingga strategi membangun kepercayaan masyarakat.
Bagi SMAMGA, keberhasilan Sapen dalam membangun kepercayaan masyarakat menjadi hal menarik untuk dipelajari. Sebab, tingginya animo masyarakat bukanlah sesuatu yang hadir secara instan, melainkan merupakan buah dari sistem yang kuat, budaya kerja yang konsisten, layanan pendidikan yang berkualitas, serta kemampuan sekolah dalam menjaga mutu secara berkelanjutan.
Belajar Membangun Komitmen dan Budaya Kerja
Dalam kunjungan tersebut, rombongan SMAMGA mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari Bapak Agung Rahmanto, S.H., M.Pd., selaku Kepala SD Muhammadiyah Sapen.
Beliau memberikan pemaparan mengenai bagaimana membangun komitmen, budaya kerja, dan kesamaan visi seluruh warga sekolah. Budaya kerja menjadi salah satu fondasi penting yang membuat berbagai program sekolah dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Dari sesi ini, SMAMGA mendapatkan pemahaman bahwa sekolah unggul tidak hanya dibangun melalui program-program yang bagus, tetapi juga melalui sumber daya manusia yang memiliki komitmen kuat, budaya kerja yang sehat, serta kesamaan arah dalam mencapai visi sekolah.
Memahami Sejarah Sapen dan Strategi Membangun Relasi
Pembelajaran berikutnya disampaikan oleh Bapak Ilman Sholeh, S.S., M.Pd.I., dari bagian Litbang SD Muhammadiyah Sapen.
Beliau menjelaskan mengenai sejarah perkembangan SD Muhammadiyah Sapen, proses transformasi sekolah hingga menjadi salah satu sekolah unggulan, serta strategi membangun jejaring dan relasi, baik dengan berbagai pihak di dalam negeri maupun dengan mitra dari luar negeri.
Penguatan jaringan menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan sekolah modern. Relasi yang luas membuka peluang kolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, program internasional, hingga peningkatan pengalaman belajar peserta didik.
Dari pengalaman Sapen, SMAMGA melihat bahwa sekolah tidak dapat berkembang sendirian. Kolaborasi dan jejaring yang luas menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.
Belajar dari Kelas Layanan Khusus: CI-MIPA dan Kelas Digital
SMAMGA juga mendapatkan kesempatan untuk mempelajari inovasi pembelajaran melalui paparan Bapak Wahyu Nur Widodo, M.Pd., selaku Koordinator Kelas Layanan Khusus.
Di SD Muhammadiyah Sapen terdapat dua kelas layanan khusus, yaitu Kelas CI-MIPA dan Kelas Digital.
Dalam sesi tersebut dijelaskan mengenai struktur kurikulum, karakteristik layanan, serta pengelolaan kedua kelas khusus tersebut. Program ini menjadi contoh bagaimana sekolah dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih sesuai dengan potensi, minat, dan kebutuhan peserta didik.
Pembelajaran tersebut menjadi inspirasi bagi SMAMGA untuk terus mengembangkan layanan pendidikan yang mampu memberikan ruang bagi siswa dengan karakter dan potensi yang beragam.
Perpustakaan sebagai Ruang Tumbuh Literasi
Tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, SMAMGA juga mempelajari pengelolaan perpustakaan dari Ibu Yosi selaku pustakawan SD Muhammadiyah Sapen.
Berbagai program kerja perpustakaan dipaparkan, termasuk bagaimana perpustakaan tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran dan budaya literasi sekolah.
Hal ini menjadi pengingat bahwa budaya membaca dan literasi perlu dibangun melalui program yang kreatif, terencana, dan terintegrasi dengan kehidupan sekolah.
Digitalisasi Administrasi dan Pembelajaran
Transformasi digital juga menjadi salah satu materi penting dalam kegiatan observasi tersebut.
Bapak Arif Rahmanto, S.Pd. berbagi pengalaman mengenai digitalisasi proses administrasi dan pembelajaran di SD Muhammadiyah Sapen.
Digitalisasi tidak hanya digunakan untuk mempermudah pekerjaan administrasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk membuat proses kerja lebih efektif, terdokumentasi, terintegrasi, dan mampu mendukung proses pembelajaran.
Bagi SMAMGA, pengalaman tersebut menjadi referensi penting dalam memperkuat transformasi digital sekolah menuju tata kelola pendidikan yang semakin modern, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menggali Strategi Pembinaan Bakat dan Prestasi
Salah satu sesi yang sangat menarik adalah pembelajaran mengenai pengelolaan bakat dan prestasi peserta didik bersama Ibu Rahmawati, M.Pd., selaku Kasubbag Bakat dan Prestasi SD Muhammadiyah Sapen.
Dalam sesi tersebut dijelaskan bagaimana proses penjaringan minat dan bakat siswa, pemetaan potensi, pembinaan, pendampingan, hingga proses kurasi prestasi peserta didik dilakukan secara sistematis.
Sistem pembinaan tersebut telah menghasilkan capaian yang luar biasa. Peserta didik SD Muhammadiyah Sapen mampu terkurasi dalam Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan menempatkan sekolah pada peringkat tiga besar.
Bagi SMAMGA, pengalaman ini memberikan perspektif penting bahwa prestasi siswa bukan semata-mata hasil dari keberuntungan atau bakat alami. Prestasi perlu dibangun melalui sistem identifikasi, pembinaan, pendampingan, dan evaluasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Pesan Penutup: Membawa Pulang Praktik Baik
Menutup rangkaian kegiatan belajar selama satu pekan di SD Muhammadiyah Sapen, Bapak Munir menyampaikan pesan agar seluruh pengalaman dan wawasan yang telah diperoleh dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan sekolah masing-masing.
Beliau berharap, satu pekan yang telah dilalui bukan sekadar menjadi pengalaman belajar, tetapi menjadi bekal yang dapat dibawa pulang dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik sekolah.
“Semoga selama seminggu di Sapen bisa membawa banyak hal-hal baik yang bisa berguna bagi perkembangan sekolah masing-masing.”
Pesan tersebut menjadi refleksi sekaligus penguat bahwa proses belajar antarsekolah merupakan bagian penting dari upaya membangun pendidikan yang semakin baik.
Setiap pengalaman yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi gagasan, inovasi, dan praktik nyata di lingkungan sekolah.
Dari Sapen untuk SMAMGA
Program belajar selama satu pekan di SD Muhammadiyah Sapen menjadi pengalaman berharga bagi Ibu Titis Permatasari, M.Pd. dan Ibu Ihda Shoumi Nurdini, M.Pd.
Lebih dari sekadar studi banding, kegiatan ini menjadi proses benchmarking dan transfer praktik baik untuk kemudian dikaji dan disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan SMA Muhammadiyah 3 Surabaya.
Ada banyak hal yang dapat dipelajari dari Sapen: budaya kerja, kekuatan sistem, jejaring, layanan khusus, literasi, digitalisasi, hingga pembinaan bakat dan prestasi siswa.
Semangat yang dibawa SMAMGA sederhana, tetapi besar:
“Belajar dari yang terbaik, mengambil praktik baik, lalu mengembangkannya menjadi kekuatan SMAMGA.”
Langkah ini sejalan dengan visi SMA Muhammadiyah 3 Surabaya untuk terus tumbuh menjadi sekolah unggul, modern, dan berkarakter Islami.
Karena sekolah unggul bukan hanya tentang seberapa banyak program yang dimiliki, tetapi tentang seberapa kuat sistemnya, seberapa solid orang-orangnya, dan seberapa besar dampaknya bagi masa depan peserta didik. (cl)
SMA MUHAMMADIYAH 3 SURABAYA