NEWS UPDATE :  

Berita

Pameran Produk Smamga, Ada Batik Surabaya dengan Motif Icon Kota Pahlawan.

Pameran produk siswa SMA Muhammadiyah 3 (Smamga) Gadung Surabaya digelar bersamaan pengambilan rapor, Jumat (7/10/22).

Siswa dan orangtuanya bisa menyaksikan pameran produk hasil karya siswa murid kelas X, XI, dan XII. Produk itu merupakan hasil mata pelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Pendidikan Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU).

Produk yang dipamerkan siswa berupa lukisan batik, makanan, kaligrafi, dan jenis karya-karya yang lain.  Salah satu karya yang menarik adalah batik tulis motif Surabaya dengan pewarna bahan alam.

Batik yang dikerjakan oleh siswa kelas X1 dan X2 selama kurang lebih 1,5 bulan ini memiliki keunikan antara lain memunculkan motif-motif batik khas Surabaya. Seperti daun semanggi, Ujung Galuh, ikan hiu dan buaya yang merupakan ikon kota Surabaya.

Tiap kelompok bebas menentukan motif batik yang mereka buat, sehingga kreativitas dan inovasi dari tiap kelompok dapat terasah.

Guru pendamping  P5, Titis Permatasari SPd menjelaskan, tantangan siswa setelah menentukan desain batik adalah eksperimen membuat pewarna berbahan alam. Setelah uji coba dalam laboratorium Smamga mendapatkan pewarna tekstil yang cocok untuk batik.

”Bahan alami itu diperoleh dari kulit manggis, getah pisang, daun suji, daun bayam, buah naga, secang, kunyit, akar mengkudu, dan beberapa bahan lain diekstrak. Lalu diuji coba pada sampel kain batik yang telah dimordan,” katanya .

Akhirnya dipilih secang dan kunyit yang dinilai memiliki warna yang cukup kuat untuk mewarnai batik tulis motif khas Surabaya ini.

Siswa kelas X-1, Safira Fathia Arrozaqul menyampaikan, pameran ini menyenangkan, karena bisa menampilkan karya siswa. ”Teman-teman, bapak ibu guru dan orang tua bisa mengetahui karya kami. Semoga kegiatan ini menambah semangat belajar dan berkarya,” ujarnya.


Jiwa Wirausaha


Kepala Smamga Erlina Wulandari SPd menyampaikan, kegiatan pameran produk hasil karya siswa bersamaan dengan pengambilan rapor supaya wali murid mengetahui karya anak-anaknya. ”Siswa juga senang karyanya bisa diketahui oleh orangtuanya,” katanya.

Kegiatan pameran ini, sambung dia, adalah kita memberi apresiasi kepada semua siswa dengan karya- karyanya, semoga anak-anak tambah semangat belajar dan dalam berkarya.

Wakasek Kurikulum, Nina Maria Ulfa SPd menambahkan, kegiatan ini terselenggara untuk menguatkan kompetensi dan karakter sesuai dengan profil Pelajar Pancasila. ”Di samping itu kegiatan ini untuk menanamkan jiwa, berwirausaha kepada siswa, memberikan bekal pengetahuan tentang kewirausahaan dan memiliki keterampilan dalam usaha,” ujarnya.

Berita ini juga tayang disini

(nafi')