Menguji Ketangguhan Pandu HW: Dari Imam Shalat hingga Navigasi

Bagi seorang pandu, meraih tingkatan yang lebih tinggi merupakan suatu kebanggaan. Terkait hal ini, SMA Muhammadiyah 3 Gadung Surabaya menggelar Kenaikan Tingkat Penghela Taruna Melati 1.

Bertempat di Bumi Perkemahan Delundung, Trawas Mojokerto, kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, Sabtu-Ahad (13-14/1/2018).

Ketua Panitia Sumaryato S Pd menyampaikan, acara kenaikan tingkat ini diikuti dua qabilah, yakni Pangeran Diponegoro dan Cut Nyak Dien.

Kegiatan ini mengandung nilai spiritual, karena melatihkan nilai kepekaan dalam amar markuf nahi munkar bagi siswa, baik di sekolah, rumah, atau di masyarakat, jelasnya.

Dalam kegiatan ini, lanjutnya, syarat supaya lulus kenaikan tingkat harus bisa menjadi imam shalat, berkepribadian mandiri, dan dapat mengendalikan teknologi.
Dengan berbekal kompas bidik dan peta, peserta dapat memproyeksikan posisi di tengah hutan. Ini termasuk materi navigasi, salah satu materi yang ditonjolkan dalam ujian ini, imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah 3 Gadung Surabaya Erlina Wulandari S Pd berharap kegiatan ini mampu menghasilkan kader Muhammadiyah yang berintegritas.

Mereka menjadi sadar akan tanggung jawabnya sebagai kader dan bisa menjadi teladan bagi pelajar yang lain, harap Erlina yang baru dilantik 6 Januari 2018 lalu.