Sinergitas Guru Kreatif dan Orang Tua Aktif Melalui Pembelajaran Daring

Berita SMAMGAPandemi Covid-19 memaksa kebijakan social distancing atau di Indonesia lebih dikenal sebagai physical distancing (menjaga jarak fisik) untuk meminimalisir persebaran Covid-19 telah diberlakukan. Kebijakan ini diupayakan untuk memperlambat laju persebaran virus Corona di tengah masyarakat. Merebaknya Coronavirus Disease (COVID-19) awal Maret lalu di Indonesia membuat proses belajar mengajar di sekolah dihentikan dan diganti belajar dari rumah. Pembelajaran langsung atau tatap muka antara siswa dan guru harus dihentikan sementara, termasuk SMA Muhammadiyah 3 Surabaya. Sebagai gantinya, Guru harus menghadirkan pembelajaran dalam jaringan (daring) yang bisa diakses peserta didiknya dari rumah masing-masing.


Memang bukan hal mudah dalam mengondisikan anak belajar di rumah, apalagi menciptakan proses pembelajaran daring yang menarik, bermakna, dan menyenangkan. Sebab, ketika sekolah diliburkan, yang ada dalam benak sebagian besar anak adalah bermain, terutama anak SMA yang sangat suka melakukan kegiatan di luar rumah.


Sebenarnya sudah banyak praktik baik dalam pelaksanaan pembelajaran dari rumah yang dilakukan oleh guru. Mestinya contoh-contoh praktik baik tersebut bisa menjadi inspirasi bagi para pendidik lain untuk lebih memaksimalkan pembelajaran online yang mereka hadirkan selama masa belajar di rumah ini. SMA Muhammadiyah 3 Surabaya menjadi salah satu sekolah swasta di Surabaya yang sudah merespon cepat kegiatan pembelajaran daring tersebut. Sejak awal adanya kebijakan belajar dari rumah, para guru sudah dibekali dan diberikan pengarahan tentang beberapa aplikasi belajar yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Mulai dari aplikasi Quipper, Quiziz, Edmodo, dan Zoom Cloud telah digunakan oleh para guru SMAMGA Surabaya dalam memberikan pembelajaran daring.


Namun, tidak hanya kreativitas dan inovasi pembelajaran daring dari guru yang harus diutamakan melainkan salah satu syarat utama agar belajar dari rumah bisa maksimal adalah adanya kemandirian peserta didik dalam belajar. Hal itu dilakukan sebab sistem belajar online minim kontrol dan pendampingan dari guru secara langsung. Melalui sedikit arahan dari guru, terutama dalam pengunaan aplikasi belajar online, untuk selanjutnya siswa diharapkan memiliki kesadaran untuk belajar secara mandiri. Karena pada dasarnya, salah satu tujuan pendidikan adalah untuk menanamkan semangat belajar dalam diri peserta didik. Anak dirangsang agar melakukan proses belajarnya masing-masing secara mandiri. Maka, saat belajar dari rumah secara daring menjadi saat yang berharga untuk melatih anak belajar secara mandiri.


Maka, selain menjadi kesempatan melatih siswa agar lebih mandiri, momentum belajar di rumah juga bisa menjadi kesempatan berharga bagi orang tua lebih aktif membangun komunikasi yang lebih intens dengan anak. Orang tua bisa meluangkan waktu menemani anak belajar dan juga membangun kreativitas anak lewat berbagai aktivitas bersama yang bermanfaat.


Peran guru maupun orang tua memang sangat penting dalam mendukung proses anak belajar di rumah. Keduanya mesti membangun sinergi dan juga kolaborasi yang baik demi memaksimalkan kegiatan belajar anak di rumah. Kreativitas guru dalam memberikan pembelajaran daring yang menarik, menyenangkan, dan tidak membosankan akan sangat menentukan besarnya atensi siswa terhadap kegiatan belajar daring tersebut. Sedangkan, pendampingan yang baik serta keaktifan orang tua dalam menemani anak akan menentukan sejauh mana kegiatan belajar di rumah menjadikan anak merasa senang dan tetap berdiam diri di rumah.